It's Me,, It's Gino...

It's Me,, It's Gino...

Ginanjar Rahmat lahir di bawah bintang scorpio dan shio ular. Seperti banyak orang lain pada umumnya, sewaktu kecil Ginanjar memiliki banyak cita-cita yang ingin dia capai. Cita-cita pertama yang dimilikinya sewaktu kecil adalah menjadi astronot atau ahli astronomi setelah ibunya sering membawakannya ensiklopedia astronomi dari tempatnya bekerja, ironisnya ibunya juga yang membuat cita-cita tersebut kandas sebelum mencoba dengan mengatakan bahwa negara tempat tinggalnya tidak ada yang pernah menjadi astronot. Hal ini membuat Ginanjar kecil beralih cita-cita menjadi pemain musik klasik setelah beberapa tahun terhanyut mendengarkan alunan musik klasik selepas pulang sekolah. Namun cita-cita tersebut juga tidak tahan lama karena dia tidak memiliki alat musik yang bisa ia gunakan untuk belajar musik klasik. Cita-cita barunya ditemukan ketika ia dikenalkan oleh kakaknya dengan komik Detektif Conan yang membuatnya ingin sekali menjadi detektif seperti karakter conan di komik tersebut.

Semakin bertambahnya umur dan memperhatikan realita, ia menyadari bahwa sulit untuk menjadi detektif seperti di komik yang ia sukai. Mulailah ia mencari cita-cita baru dan tuhan memperkenalkannya kepada komputer. Berawal dari sifat sok tahu dan keingin tahuan yang besar ia mulai menyukai dan mempelajari dunia komputer. Pelajaran di sekolah yang ia dapatkan hanya sebatas untuk mempelajari cara untuk belajar mengetik. Namun ia kurang puas dengan hanya belajar hal tersebut. Terinspirasi dari banyaknya film tentang hacker pada masa itu maka mulailah ia otodidak dalam mempelajari sistem komputer. Pada hasilnya ia cukup dikenal sebagai “peternak virus” dan juga jago komputer di sekolahnya. Ia pun sempat berangan-angan untuk menjadi ahli komputer dengan kuliah pada ilmu komputer di tingkat universitas. Namun pil pahit harus ditelan ketika mengetahui bahwa ia tidak akan bisa mengambil jurusan ilmu komputer karena kelemahannya pada bidang fisika dan matematika. Hal tersebut dengan cepat terlupakan ketika ia menemui hobi baru dalam bidang desain grafis dan tak lama kemudian ia berkecimpung pada dunia fotografi hingga saat ini.

Walaupun jurusannya di universitasnya sekarang tidak sesuai dengan cita-cita yang ia miliki, namun ia tetap berusaha untuk menjalaninya dengan baik. Ginanjar percaya bahwa tuhan lebih tahu apa yang ia butuhkan daripada apa yang ia inginkan. Pasti akan banyak pelajaran yang bisa ia ambil setiap harinya dari perjalanan hidup ini. Sama halnya dengan cita-cita yang ia miliki dari kecil, cita-cita tersebut tidak hanya datang dan pergi tanpa meninggalkan sesuatu. Banyak tambahan pelajaran yang ia dapatkan dari sana. Hidup terlalu indah untuk menangisi apa yang tidak kita miliki.🙂